Tujuan pendidikan diseluruh dunia apapun konteksnya, merujuk kesatu hal yakni menghasilkan peserta didik yang understanding, yaitu anak dapat mengerti semua hal dan dengan pengetahuannya tersebut anak dapat mengambil keputusan terbaik yang membuat ia bahagia dan mulia didunia namun tetap selamat diakhirat.

Untuk mencapai hal tersebut yang paling utama menjadi perhatian kita adalah proses tahapan perkembangan anak. Semua sistem pembelajaran yang disiapkan hendaknya benar-benar telah menjadikan tahapan perkembangan anak sebagai landasannya.

“ Tahapan perkembangan anak adalah proses tumbuh kembang yang dapat diprediksi akan terjadi sebagai hasil dari sebuah riset ilmiah, ini merupakan jendela informasi kepada para pendididk dan orang tua yang sangat berguna dalam melaksanakan kewajiban mendidik dan membina anak.”

Masa remaja atau Fase Amrod adalah fase perkembangan diusia remaja 13 -15 tahun dikenal sebagai fase yang sangat kritis, dimana pada fase ini anak mengalami :

  • Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi, namun masih membutuhkan bimbingan dan bantuan orang dewasa
  • Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan
  • Reaksi dan ekspresi emosi masih labil
  • Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang sesuai dengan dunia social

IMG_9338
Kegiatan Entrepreneurship Education Journey

Secara usia kronologis maka usia ini berada di level SMP (sekolah menengah pertama). Dengan memperhatikan hal tersebut maka hendaknya sistem pendidikan yang disiapkan anak usia remaja ini adalah yang menyesuaikan kebutuhan dan karakterisik usianya. Sekolah hendaknya mampu menyiapkan program-program yang berorientasi pada kebutuhan dan keadaan siswa.

Selain itu yang menjadi perhatian kita adalah perubahan zaman yang membedakan keadaan anak usia remaja di masa lalu dengan keadaan dizaman ini. Anak sekarang yang sudah menjadi native teknologi (generasi Z) harus berhadapan dengan kita guru atau orang tua yang dibesarkan dengan zaman yang berbeda.

Beberapa program yang bisa dijadikan sebagai bahan pertimbangan membangun sisitem pendididkan di zaman now ini adalah :

ADVENTURE BASE adalah kegiatan sekolah yang harus banyak melibatkan eksplorasi dan eksperimen siswa yang melibatkan kerja kelompok dan individual, antara lain programnya adalah  ;

  • Pramuka memungkinkan anak mengembangkan beberapa potensi positif dalam bentuk live skill
  • News Maker dan Digital school megazin yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi kehidupan social dan masyarakat untuk diangkat menjadi berita
  • From Zero to Hero memberi kesempatan pada anak untuk mencari dan berperan menjadi tokoh sukses dimasyarakat
  • Green life skill memberikan dan membangun kesadaran ekosistim dan mencari solusi untuk permasalahan ekosistem

TEAM BUILDING bertujuan  membangun konsep diri yang benar dengan mengasah leadership dan team work bentuk-bentuk  kegiatannya diantranya :

IMG_3122
Kegiatan To Be The Number One
  • Leadership Camp yaitu pelatihan leadership dalam bentuk mabit atau perkemahan
  • To Be The Number One yaitu membangun keinginan berperesatasi
  • One band one sound yaitu setiap anak  harus memliki peran untuk membangun kesuksesan team
  • Entrepreneur Education Journey adalah program yang mengasah kemampuan wirausaha dan kepemimpinan dalam bentuk perjalanan

STRICT RELIGIOUS HABITATION bertujuan memberikan  pembiasaan agama dan kelompok diskusi agama yang ketat, dalam bentuk kegiatan program :

  • Bina Pribadi Islami yaitu sebuah program yang membangun spiritual anak dengan pendekatan murobbiyah yang memugkian terbangunnya value-velue islami dengan pendekatan persona
  • Become sahabat dan shohibiah yaitu program yang membangun tsakofah Islamiyah anak terutama dalam upaya menghadirkan tokoh para Nabi dan Para sahabat yang bias dijadikan idola,
  • Diskusi Agama Zaman Now adalah bertujuan memenuhi kebutuhan anak pada fase ini yang selalu ingin secara tepat mendapatkan alasan akurat dan mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan

DYNAMIC AND ENTHUSIASTIC  ENVIRONMENT LEARNING yaitu lingkungan belajar yang dinamis dan membangun antusias siswa dengan beberapa program :

  • Small class and Individual attention: membatasi jumlah siswa dalam kelas 20 – 25 siswa untuk memberi perhatian optimal pada kegiatan pembalajaran
  • More activity and sport yaitu lebih banyak kegiatan yang menantang keberanian dan olahraga
  • Research and Development yaitu dengan memberikan fasilitas laboratorium yang lengkap dan  kelompok ilmiah remaja berbasis penelitian
  • Digital Learning yaitu sitem pembelajaran yang berbasis IT yang sangat efektif untuk anak generasi z.

Dengan pengembangan program pendididk remaja yang mempertimbangkan tahapan perkembangan dan kondisi zaman diharapkan semua potensi positif remaja dapat tergali dengan baik dan mereduce potensi negatifnya. Tentunya berharap pembelajaran akan optimal yang dapat menghasilkan generasi yang understanding – Generasi Robbani.

Bekasi, 18 Februari 2018

..)(..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s