IMG_7474Kunjungan Taman kanak-kanak  Futaba Youichien (Osaka, 1 maret 2018)

Masyarakat Jepang Sangat  terkenal dengan karakternya yang disiplin, pekerja keras dan mandiri. Hal ini yang membuat saya terus merasa penasaran bagaimana masyarakat Jepang membangun karakter ini semua. Selain itu, Banyak hal yang saya lihat dinegara ini yang sangat saya sukai, mulai dari alamnya, keIndahan kotanya, kebiasaan masyarakatnya, Teknologi, sampai  Kesenian dan Budayanya.  Hal inilah yang menyebabnkan saya tidak pernah bosan untuk datang  berkunjung dan belajar di negara yang dijuluki negara matahari terbit ini.

Kesempatan perjalanan saya  kali ini adalah mengunjung salah satu Taman Kanak-kanak (Youichien) yang dikelolah oleh suwasta yaitu Takatsuki Futaba Youichien di Osaka, Untuk dapat melihat langsung  aktivitas belajar mengajar di taman kanak-kanak ini.

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh bapak Kepala sekolah dan beberapa guru serta seorang siswa yang memberikan salam selamat pagi dan selamat datang dengan menggunakan  bahasa Indonesia “ Selamat pagi, Selamat datang “ walaupun dengan diksi kata yang berbeda kedengarannya. Tentu hal  ini sangat membuat kami senang karena dengan keluguan anak tersebut menyapa kami dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dan kami pun menyambut dengan tepuk tangan sebagai rasa kagum dan hormat dengan membalas salamnya, “Arigato, Ohayoo ghozaimas”. Kemudian kami pun memulai  kegiatan kunjungan ini dengan melihat aktivitas siswa taman kanak-kanaksetelah mendapatkan penjelasan tata tertib yang harus kami patuhi.

Tujuan pendidikan anak usia dini di Jepang, baik pada  youchen (TK) maupun Hokuen (TPA), menurut Saleha Juliandi Msi, dalam bukunya “Pendidikan anak ala Jepang” tahun 2014, yaitu membangun kekuatan anak untuk hidup dan memiliki landasan hidup yang kuat untuk menapaki langkah selanjutnya. Landasan hidup berupa kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial yang baik, lingkungan yang baik, kemampuan bahasa, serta kemampuan expresi kreatifitas dan seni.

Di Jepang membangun sisitem pendidikannya dengan melibatkan 3 unsur penting pendidikan yaitu sinergi orang tua, sekolah dan masyarakat. Dan ini menjadi salah satu langkah utama dalam membangun pendidikan karakter masyarakatnya. Hal ini juga sangat kental saya lihat pada Taman Kanak-kanak Futaba Takatsuki Osaka . Beberapa hal yang menarik perhatian saya pada kunjungan ini adalah :

 

  1. Design Bangunan Sekolah

Hal pertama yang  menjadi perhatian saya adalah design bangunan TK yang menyerupai lingkaran. Ini mengingatkan saya pada konsep bangunan sekolah Mr. Takaharu Tezuka tentang bentuk TK Ideal yang juga ada di Fuji Jepang. Bentuk bangunan sangat bersahabat dengan anak karena dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kebutuhan anak. Bentuk bangunan yang terdapat pada Taktsuki Futubu Youchin Osaka yang saya amati diantaranya. :

  • Bagian atap selasar depan menjadi lantai tempat bermain luar anak, umumnya anak-anak senang berlarian diatas atap tersebut dan dengan leluasa pandangan anak dapat melihat kebahagiaan bawah yang hanya berbatasan pagar besi yang sangat aman.
  • Pojok dinding bangunan dimanfaatkan sebagai wahana clambing wall yang berukuran mini. Anak memiliki kesempatan untuk melatih kekuatan gross motornya dan Find motornya.
  • Atap sengaja dibuat agak rendah sehingga mudah dipanjat dan dihubungkan dengan sebuah tangga yang landai dan terhubung dengan perosotan yang menjadi akses exit anak yang memberikan pengalaman berbeda saat masuk dan keluar arena.
  • Tersedia lapangan yang cukup luas sebagai tempat bermain yang mampu menampung semua anak dan memberikan keleluasaan bergerak bebas, bermain dan berlari atau sekedar melakukan permainan kelompok.IMG_7488
  • Bagian atap bangunan utama adalah lapangan luas yang difungsikan ganda, yaitu sebagai lapangan tempat bermain pada saat musim dingin, dan sebagai kolam renang pada saat musim panas. Kolam renang menjadi salah satu standar sarana prasarana yang harus dimiliki oleh sebuah sekolah di Jepang.
  • Terdapat beberapa wahana yang dibuat cukup menantang dan agak sulit bagi diantaranya; tali panjat, bukit-bukit tanah, jembatan kera dan clambing wall agar membangun kemampuan anak untuk saling menolong, kuat dan hati-hati dari pengalaman terjatuh dan terluka.

 

  1. Guru

Beberapa hal yang sangat menarik dapat saya lihat pada guru-guru yang ada pada youichen Futaba ini adalah diantar lain :

  • Fungsi guru sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar sangat jelas terlihat. Mereka umumnya melakukan kontinum belajar yang sangat bervariasi, mulai dari bertanya, pemberian pijakan baik langsung maupun tak langsung, sampai hanya dengan hanya visual Looking on. Ini merupakan prinsip berlajar dengan metode aktive learning dan Student centre.
  • Rasa respeck guru terhadap siswanya tergambar jelas saat guru-guru demikian fokus mendengarkan sang anak bercerita ataupun berbicara padanya dengan memperhatikan eye level, posisi mata siswa dan guru disejajarkan. Dan sikap tubuh yang saling berhadapan.
  • Pakaian seragam yang digunakan sang guru di rancang sangat fungsional, menggunakan bahan kaos yang mudah menyerap keringat, sepatu sport danIMG_7491 celemek dengan kantong Doraemon yang menjadi kantong untuk menyimpan alat-alat kecil yang dibutuhkan oleh guru sepertinya ; Tisyu, gunting kecil, lem kecil dll.,serta melindungi pakaian guru dari cipratan noda atau kotoran.
  • Guru selalu dilengkap dengan kamera/handphon yang tergantung di badannya, untuk memudahkan kedua tangan guru tetap bergerak leluasa dan bisa mengambil gambar/foto pada moment-moment spcial yang dijadikan laporan bagi orang tua.
  • Selain ketrerampilan mengajar maka seorang guru harus punya ketrampilan lain yang menjadi kompetensi dasar seorang guru TK, yaitu mengusai alat musik dan pandai bernyanyi. Disini Guru ditunjuk melakukan dengan contoh yang betul. Sehingga menjadi row model bagi anak dalam pembelajaran termasuk menyanyi dan memainkan musik.

 

  1. Lingkungan yang Edukatif

Likungan menjadi perhatian besar dalam memberikan pendidikan bagi anak di Jepang. Selain guru dan kurikulum lingkungan pun menjadi faktor penting dalam melakukan proses pendidikan di youichen (taman kanak-kanak)Semua sarana prasasarana di sediakan sesuai fungsi dan ukuran anak. Beberapa prasarana yang disediakan sangat fungsional yang mendukung proses pendidikan diantaranya :

  • Setiap anak memiliki sepatu dalam ruang yang hanya dipakai selama berada didalam ruangan. Semua sepatu diletakkan secara rapi dan teratur di tempat sepatu yang telah disediakan. Hal menarik lainnya adalah penggunaan barang-barang bekas yang digunakan sebagai tempat sepatu semakin menunjukkan betapa lingkungan belajar memberikan pembelajaran yang sangat imajinatif.
  • Setiap ruangan akan tersedia wastafel yang berukuran mini, sesuai tinggi rata-rata anak TK. Dan setiap siswa wajib membawa serbet yang akan digunakan setiap masing-masing anak, dan setiap hari serbet ini diganti dengan serbet baru yang dibawa setiap hari.
  • Pemberian identitas pada semua barang milik siswa disesuaikan dengan tahapan petrkembangan anak. Untuk anak usia toodler akan menggunakan identitas berupa gambar buah yang berbeda setiap anak, sehingga anak akan dengan meludah mengenali barang miliknya. Dan untuk anak-anak kelompok B dimana kemampuan keaksaraan nya sudah terbangun, baru diberikan identitas barang miliknya berupa tulisan nama anak tersebut. Selain memudahkan anak, pemberian identitas pada semua barang milik anak membangun rasa tanggung jawab, kemandirian dan selfesteem anak.
  • Semua hasil karya anak akan di gantung di sekitar lingkungan kelas untuk memberikan rasa senang, bangga dan percaya diri anak terhadap produk kerja anak. Sehingga display ruang kelas didominasi oleh pajangan karya anak yang secara berkali akan diganti.
  • Semua sumber reserch diletakkan disekitar anak, sehingga anak dengan mudah mengakses jika sedang membutuhkannya. Pada saat kami berkunjung dan memperkenalkan diri bahwa kami adalah rombongan dari Indonesia, maka dengan segera guru menanyakan pada siswa “ adakah yang tahu dimana letak Indonesia..?” , makan dengan sigap anak-anak bergerak mengambil gambar Peta dan globe mencari letak Indonesia, dan sebahagia lagi mengambil buku katalog negara yang ada didunia dan mencari negara Indonesia. Dan dari situ mereka menceritakan negara Indonesia. Sebahagia lagi mencoba menuliskan di papan White board beberapa ucapan greating kepada kami dalam bahasa Indonesia. Sungguh amazing..

Keseruan mengunjung Taman kanak-kanak belum selesai dihalam ini, silahkan melihat part 2 dari cerita ini.

Lanjut .. 1 of 2

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s