Jarak tempuh penerbangan yang cukup panjang dan proses transit di beberapa airpoth yaitu Kuala lumpur dan Airpoth Jedda hingga tiba di airpoth Casablangka di Maroko, memang sangat menguras energi fisik.

Namun keinginan untuk belajar dan dapat segera menelusuri jejak sejarah wilayah wilayah yang pernah menjadi daulah besar Islam, membuat saya sangat evoria dan menepis semua kelelahan perjalanan.

Alhamdulillah rasa Syukur tak terhingga diizinkan oleh Allah SWT untuk dapat melihat belahan bumi Allah yang luas termasuk sisa abad kejayaan Islam yang pernah ada untuk menjadi bahan renungan diri dan telaah sejarah yang menjadi guru kehidupan.

Maroko menjadi salah satu saksi bagaiman perjuangan Musa bin Nushair dan panglimanya Thoriq bin ziad saat menaklukkan semenanjung iberia. Kota Tangier menjadi pintu masuk ke Eropa melalui Andalusia dengan menyebrangi Selat Gabraltar ke Tarifa.

Saya yakin pengalaman menuntut ilmu di negara Maroko ini akan sangat kaya dengan menelusuri sejarah daulah Islamiyah yang pernah ada, amin

Hembusan udara dingin langsung menyapa kami saat pertama kali keluar dari terminal 2 bandara Muhammad 2 Casablangka. Dan keramahan masyarakatnya ketika menyapa kami dengan sangat ramah .. ” Indonesia ? .. Masyaallah , Ahlan fi Maroko ” membuat Satya semakin bersemangat untuk segera menikmati Bumi Maroko.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s