Akhir sepetember 2019 ini, saya melakukan perjalanan ke Bejing hanya berdua dengan putra saya, Fitrah. Destinasi pertama kami adalah The Great Wall yang merupakan salah satu keajaiban terbesar dunia dan terdaftar sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 1987.

Awalnya kami memang bermaksud akan menggunakan jasa one Day Tour yang ditawarkan pada kami saat mengunjungi tourism information Office yang terletak persis depan hotel tempat kami menginap. Dengan pertimbangan sempitnya waktu yang kami punya sehingga kami memutuskan ikut paket Tour.

Qadarullah terjadi Miss komunikasi antara Tour Guide, Staff front Office hotel, terkait waktu penjemputan, yang menyebabkan kami ditinggalkan oleh rombongan. Perlu waktu 2 jam untuk menyelesaikan masalah kami. Dan tentu semakin membuat kami kesiangan untuk bergerak. Dan ini sangat menguras energi kami.

Di tengah rasa kesal dan kecewa dengan pelayanan hotel yang kami anggap punya peran paling besar pada masalah kami. Saya memutuskan melanjutkan perjalanan ke great Wall dengan mandiri saja. Meskipun pihak Travel menawarkan private Tour dengan harga 3 kali lipat … oooh maaf..ini solusi yang tidak adil buat kami, seperti konspirasi besar terjadi disini #baper.com

Bukan hal yang mudah, melakukan traveling di kota Beijing ini. Minimnya kemampuan komunikasi masyarakat dengan bahasa Internatinal (Inggris), dan tabiat dari masyarakat yang rasanya sangat cerdik dan cenderung melakukan penipuan, tidak disiplin, sulitnya informasi bagi turis, membuat Fitrah anak saya kadang berguman, “Lama tinggal disini bisa-bisa membuat kita juga menjadi ikutan culas” , ini iya katakan ketika dengan seenaknya seseorang menyerobot Dan tidak mau Antri. “Sabar.., Innallaha maa shobirin… ” mengingatkannya.

Kami pun memilih pintu Badaling menjadi pintu masuk gerbang menuju tembok besar yang paling juga paling ramai dikunjungi. Alasan kami Insyaallah transportasinya juga akan lebih mudah. Perlu waktu 3 jam mencapainya + 1 jam waktu kesasar.

Butuh langkah yang banyak karena sangat jarang menemukan eskalator maupun elevator untuk menghubungkan level setiap lantai, sehingga Mungkin kaki saya bisa jauh lebih besar dibandingkan tembok raksasa Cina ini. 😅

Namun setelah melihat langsung the GREAT Wall Beijing … aahhh ada rasa kagum kepada mereka, betul UNESCO menjadikannya sebagai salah satu keajaiban dunia, karena tak habis saya berfikir, pada zaman dulu tahun 220 SM, dengan melibatkan 300.000 tenaga kerja paksa, dengan waktu pengerjaan lebih dari 20’tahun, tembok raksasa dengan panjang 21.196 km yang membentang dari Jiyaguan di sebelah barat ke Gunung Hushan di Liaoning di sebelah timur. Sungguh seperti layaknya Naga Raksasa yang mengitari gunung.

Kesalnya hati, lelahnya fisik dan laparnya perut .. rasanya hilang setelah berada dan menyaksikan tembok ini. Ibarat TERIK matahari namun teratas SEJUK angin berhembus.

Yuuuk.. tak kapok traveling 😍😁

Terkmakasih RIS Tour & Travel

Ingat jalan-jalan ingat RIS Tour &Travel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s