Blog

Kunjungan Taman kanak-kanak  Futaba Youichien (part 2 0f 2 )

IMG_7513lanjutan ..

Kunjungan Taman kanak-kanak  Futaba Youichien (Osaka, 1 maret 2018)

Tujuan pendidikan anak usia dini di Jepang, baik pada  youchen (TK) maupun Hokuen (TPA), menurut Saleha Juliandi Msi, dalam bukunya “Pendidikan anak ala Jepang” tahun 2014, yaitu membangun kekuatan anak untuk hidup dan memiliki landasan hidup yang kuat untuk menapaki langkah selanjutnya. Landasan hidup berupa kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial yang baik, lingkungan yang baik, kemampuan bahasa, serta kemampuan expresi kreatifitas dan seni.

Di Jepang membangun sisitem pendidikannya dengan melibatkan 3 unsur penting pendidikan yaitu sinergi orang tua, sekolah dan masyarakat. Dan ini menjadi salah satu langkah utama dalam membangun pendidikan karakter masyarakatnya. Hal ini juga sangat kental saya lihat pada Taman Kanak-kanak Futaba Takatsuki Osaka . Beberapa hal yang menarik perhatian saya pada kunjungan ini adalah :

 

  1. Peran orang tua

Hal yang tak kalah menarik pada kunjungan kami di Youichen Futaba di Osaka adalah karena kami dapat melihat langsung beberapa aktivitas orang tua yang sedang berkumpul di ruang serbaguna sekolah (lapangan In door yang tersedia panggung kecil untuk bisa Performance). Sekolah Jepang memang menetapkan  peraturan yang kuat bagi orang tua untuk harus aktive dalam beberapa kegiatan yang diselenggarakan sekolah, kegiatan yang melibatkan orang tua diantaranya :

  • Hari Orang tua, yaitu sebuah kegiatan dimana setiap orang tua tampil membawakan sebuah karya seni di depan anak, berupa bernyanyi bersama, menari dan lain-lain. Pada hari itu siswa akan menyaksikan orang tuanya untuk bisa Performance depan anak, hal ini tentu memberikan rasa bangga, rasa hormat kepada orangtua mereka, dan mengikat hati anak pada sekolah karena melihat orang tua dekat dengan dirinya di sekolah.
  • Membersihkan kolam renang bersama, sebuah kegiatan yang dilakukan di sekolah2 Jepang untuk membiasakan melibatkan orang tua dalam sisitem pembelajarannya. Membersihkan kolam renang dilakukan terutama saat selesai pergantian musim memasuki musim panas, kolam renang yang tidak terpakai segera disiapkan kembali. Dan dengan suka cita semua orang tua, siswa dan guru, bergotong royong membersihkan kolam renang yang memang umumnya cukup Luas. Selain untuk memudahkan pekerjaan karena dikerjakan dengan gotong royong, orang tua terlibat dalam proses membersihkan kolam ini sebagai wujud integritas yang ditunjukan oleh orang dewasa(guru dan orangtua) dalam mendidik murid-mueridnya. Membersihkan contoh untuk bertanggung jawab, mencintai kebersihan dan gotong royon.

 

  1. Kegiatan membaca buku

Kegiatan membaca buku menjadi kegemaran bagi masyarakat jepang, dan hal ini juga jelas terlihat pada anak-anak yang  terbiasanya mereka berinteraksi dengan buku. Demikian pula sekolah Youichen Futaba di osaka ini, setiap pojok ruang tersedia rak-Fak berisikan buku yang Mudah di akses anak, selain perpustakaan dan ruang baca yang menjadi tempat yang nyaman bagi murid-murid untuk melihat-lihat dan membaca buku.

Hal yang menurut saya cukup keren adalah ketika Salah Satu  konsekwensi logis yang diberikan  untuk anak ketika mereka melakukan pelanggaran adalah dengan sangsi tidak boleh meminjam buku selama 1 pekan, tidak mendapatkan kesempatan untuk meminjam buku adalah hal yang sangat menyiksa mereka karena kebiasaan membaca buku adalah hal sangat menyenangkan buat mereka, menjadi ajang hiburan, menambah wawasan dan membaca buku memungkinkan mereka untuk bisa membangun imajinsi nya yang jauh tak terbatas

IMG_7472

  1. Latihan menghadapi bencana

Sebuah kesempatan keren pada saat kami mengunjungi sekolah youichen Futaba di Osaka adalah bertepatan dengan hari latihan simulasi bencana alam. Sebuah program rutin yang disiapkan tidak hanya disekolah-sekolah namun di semua tempat publik di Jepang, melakukan program simulasi bencana. Ternyata kondisi alam Jepang yang sering mengalami bencana alam menjadikan pelajaran besar buat masyarakat Jepang untuk terbiasa tidak panik, dan melakukan kegiatan yang berkontribusi positif pada sat terjadi gempa atau bencana alam.

Pelaksaan simulasi evakuasi bencana dilakukan bertujuan agar semua orang terbangun dialam bawa sadarnya sebuah insting menyelamatkan diri/keselamatan, karena hasil survei menunjukkan terjadinya korban jiwa pada saat bencana lebih banyak disebabkan oleh karena panik. Seperti bencana bersarang yang terjadi di Jepang Kobe beberapa tahun silam, 90 % masyarakat yang selamat karena alam bawah sadar mereka menuntun dengan alamiah untuk segera menyelamat diri.

Kegiatan ini diawali dengan di dengarkannya serine tanda bahaya terjadi bencana. Kegiatan ini memang simulasi, guru sebagai fasilitator memainkan simulasi ini dengan sangat apik, terlihat bagaimana setiap guru memiliki peran dan fungsi yang berbeda, ini menandakan Standar Opreasional Prosuder (SOP) yang mereka sudah dijalankan dengan baik, diantaranya :

  1. Manajemen sekolah/Kepala sekolah segera membunyikan sirine tanda bahaya, dan langsung mengarahkan semua warga sekolah untuk segera berlindung dan siap siaga.
  2. Tenaga non kependidikan (Tata usaha, adminstrasi) segera bergegas membuka semua pintu-pintu agar semua masyarakat sekolah tidak mendapatkan hambatan melalui jalur evakuasi dan dapat bergerak ke titik kumpul dengan aman dan lancar.
  3. Satpam, bergegas mengambil alat-alat pemadam kebakaran yang disiapkan, sebagai langkah prepentif jika pada kegiatan ini terdapat api.
  4. Guru kelas memimpin sisiwa kelasnya untuk bergerak menuju titik kumpul dengan tenang namun tetap waspada.
  5. Orang tua yang berada di lingkungan sekolah juga ikut terlibat melakukan proses evekuasi ini, dan bersama siswa dan guru.

Beberapa catatan yang menjadi faktor kunci kegiatan simulasi evakuasi bencana yang dilaksanakan agar proses ini dapat terlaksana sesuai tujuan, yaitu s:

  • Pelaksanaan kegiatan simulasi dikerjakan dengan sungguh2 dengan integritas tinggi dan tidak bercanda, seakan-akan bencana ini benar benar terjadi.
  • Semua masyarakat sekolah terlibat, dan semua kegiatan dilakukan dengan tidak berisik atau membuat kegaduhan tetapi tetap waspada.
  • Kegiatan dilakukan rutin dengan waktu yang tidak ditentukan. Dikerjakan bukan hanya sekali-kali, tapi dikerjakan secara konsisten dan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kesempatan mengunjungi sekolah Futaba youichien benar-benar menjadi kesempatan yang sangat berharga. Karena sya mendapatkan banyak inside dari semua kegiatan yang sya amati selama berada di sana. Pengalaman saya ini pun System tuangkan dalam sebuah tulisan pendek yang semoga saja dapat menjadi inspirasi buat para pembaca terutama para orang tua ataupun guru yang menginginkan peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia juga berhasil.

IMG_7514

 

 

 

 

Arigato Ghozaimas…

 

Kunjungan Taman kanak-kanak  Futaba Youichien (part 1 of 2)

IMG_7474Kunjungan Taman kanak-kanak  Futaba Youichien (Osaka, 1 maret 2018)

Masyarakat Jepang Sangat  terkenal dengan karakternya yang disiplin, pekerja keras dan mandiri. Hal ini yang membuat saya terus merasa penasaran bagaimana masyarakat Jepang membangun karakter ini semua. Selain itu, Banyak hal yang saya lihat dinegara ini yang sangat saya sukai, mulai dari alamnya, keIndahan kotanya, kebiasaan masyarakatnya, Teknologi, sampai  Kesenian dan Budayanya.  Hal inilah yang menyebabnkan saya tidak pernah bosan untuk datang  berkunjung dan belajar di negara yang dijuluki negara matahari terbit ini.

Kesempatan perjalanan saya  kali ini adalah mengunjung salah satu Taman Kanak-kanak (Youichien) yang dikelolah oleh suwasta yaitu Takatsuki Futaba Youichien di Osaka, Untuk dapat melihat langsung  aktivitas belajar mengajar di taman kanak-kanak ini.

Kedatangan kami disambut dengan ramah oleh bapak Kepala sekolah dan beberapa guru serta seorang siswa yang memberikan salam selamat pagi dan selamat datang dengan menggunakan  bahasa Indonesia “ Selamat pagi, Selamat datang “ walaupun dengan diksi kata yang berbeda kedengarannya. Tentu hal  ini sangat membuat kami senang karena dengan keluguan anak tersebut menyapa kami dengan menggunakan bahasa Indonesia. Dan kami pun menyambut dengan tepuk tangan sebagai rasa kagum dan hormat dengan membalas salamnya, “Arigato, Ohayoo ghozaimas”. Kemudian kami pun memulai  kegiatan kunjungan ini dengan melihat aktivitas siswa taman kanak-kanaksetelah mendapatkan penjelasan tata tertib yang harus kami patuhi.

Tujuan pendidikan anak usia dini di Jepang, baik pada  youchen (TK) maupun Hokuen (TPA), menurut Saleha Juliandi Msi, dalam bukunya “Pendidikan anak ala Jepang” tahun 2014, yaitu membangun kekuatan anak untuk hidup dan memiliki landasan hidup yang kuat untuk menapaki langkah selanjutnya. Landasan hidup berupa kesehatan fisik dan mental, hubungan sosial yang baik, lingkungan yang baik, kemampuan bahasa, serta kemampuan expresi kreatifitas dan seni.

Di Jepang membangun sisitem pendidikannya dengan melibatkan 3 unsur penting pendidikan yaitu sinergi orang tua, sekolah dan masyarakat. Dan ini menjadi salah satu langkah utama dalam membangun pendidikan karakter masyarakatnya. Hal ini juga sangat kental saya lihat pada Taman Kanak-kanak Futaba Takatsuki Osaka . Beberapa hal yang menarik perhatian saya pada kunjungan ini adalah :

 

  1. Design Bangunan Sekolah

Hal pertama yang  menjadi perhatian saya adalah design bangunan TK yang menyerupai lingkaran. Ini mengingatkan saya pada konsep bangunan sekolah Mr. Takaharu Tezuka tentang bentuk TK Ideal yang juga ada di Fuji Jepang. Bentuk bangunan sangat bersahabat dengan anak karena dirancang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan kebutuhan anak. Bentuk bangunan yang terdapat pada Taktsuki Futubu Youchin Osaka yang saya amati diantaranya. :

  • Bagian atap selasar depan menjadi lantai tempat bermain luar anak, umumnya anak-anak senang berlarian diatas atap tersebut dan dengan leluasa pandangan anak dapat melihat kebahagiaan bawah yang hanya berbatasan pagar besi yang sangat aman.
  • Pojok dinding bangunan dimanfaatkan sebagai wahana clambing wall yang berukuran mini. Anak memiliki kesempatan untuk melatih kekuatan gross motornya dan Find motornya.
  • Atap sengaja dibuat agak rendah sehingga mudah dipanjat dan dihubungkan dengan sebuah tangga yang landai dan terhubung dengan perosotan yang menjadi akses exit anak yang memberikan pengalaman berbeda saat masuk dan keluar arena.
  • Tersedia lapangan yang cukup luas sebagai tempat bermain yang mampu menampung semua anak dan memberikan keleluasaan bergerak bebas, bermain dan berlari atau sekedar melakukan permainan kelompok.IMG_7488
  • Bagian atap bangunan utama adalah lapangan luas yang difungsikan ganda, yaitu sebagai lapangan tempat bermain pada saat musim dingin, dan sebagai kolam renang pada saat musim panas. Kolam renang menjadi salah satu standar sarana prasarana yang harus dimiliki oleh sebuah sekolah di Jepang.
  • Terdapat beberapa wahana yang dibuat cukup menantang dan agak sulit bagi diantaranya; tali panjat, bukit-bukit tanah, jembatan kera dan clambing wall agar membangun kemampuan anak untuk saling menolong, kuat dan hati-hati dari pengalaman terjatuh dan terluka.

 

  1. Guru

Beberapa hal yang sangat menarik dapat saya lihat pada guru-guru yang ada pada youichen Futaba ini adalah diantar lain :

  • Fungsi guru sebagai fasilitator kegiatan belajar mengajar sangat jelas terlihat. Mereka umumnya melakukan kontinum belajar yang sangat bervariasi, mulai dari bertanya, pemberian pijakan baik langsung maupun tak langsung, sampai hanya dengan hanya visual Looking on. Ini merupakan prinsip berlajar dengan metode aktive learning dan Student centre.
  • Rasa respeck guru terhadap siswanya tergambar jelas saat guru-guru demikian fokus mendengarkan sang anak bercerita ataupun berbicara padanya dengan memperhatikan eye level, posisi mata siswa dan guru disejajarkan. Dan sikap tubuh yang saling berhadapan.
  • Pakaian seragam yang digunakan sang guru di rancang sangat fungsional, menggunakan bahan kaos yang mudah menyerap keringat, sepatu sport danIMG_7491 celemek dengan kantong Doraemon yang menjadi kantong untuk menyimpan alat-alat kecil yang dibutuhkan oleh guru sepertinya ; Tisyu, gunting kecil, lem kecil dll.,serta melindungi pakaian guru dari cipratan noda atau kotoran.
  • Guru selalu dilengkap dengan kamera/handphon yang tergantung di badannya, untuk memudahkan kedua tangan guru tetap bergerak leluasa dan bisa mengambil gambar/foto pada moment-moment spcial yang dijadikan laporan bagi orang tua.
  • Selain ketrerampilan mengajar maka seorang guru harus punya ketrampilan lain yang menjadi kompetensi dasar seorang guru TK, yaitu mengusai alat musik dan pandai bernyanyi. Disini Guru ditunjuk melakukan dengan contoh yang betul. Sehingga menjadi row model bagi anak dalam pembelajaran termasuk menyanyi dan memainkan musik.

 

  1. Lingkungan yang Edukatif

Likungan menjadi perhatian besar dalam memberikan pendidikan bagi anak di Jepang. Selain guru dan kurikulum lingkungan pun menjadi faktor penting dalam melakukan proses pendidikan di youichen (taman kanak-kanak)Semua sarana prasasarana di sediakan sesuai fungsi dan ukuran anak. Beberapa prasarana yang disediakan sangat fungsional yang mendukung proses pendidikan diantaranya :

  • Setiap anak memiliki sepatu dalam ruang yang hanya dipakai selama berada didalam ruangan. Semua sepatu diletakkan secara rapi dan teratur di tempat sepatu yang telah disediakan. Hal menarik lainnya adalah penggunaan barang-barang bekas yang digunakan sebagai tempat sepatu semakin menunjukkan betapa lingkungan belajar memberikan pembelajaran yang sangat imajinatif.
  • Setiap ruangan akan tersedia wastafel yang berukuran mini, sesuai tinggi rata-rata anak TK. Dan setiap siswa wajib membawa serbet yang akan digunakan setiap masing-masing anak, dan setiap hari serbet ini diganti dengan serbet baru yang dibawa setiap hari.
  • Pemberian identitas pada semua barang milik siswa disesuaikan dengan tahapan petrkembangan anak. Untuk anak usia toodler akan menggunakan identitas berupa gambar buah yang berbeda setiap anak, sehingga anak akan dengan meludah mengenali barang miliknya. Dan untuk anak-anak kelompok B dimana kemampuan keaksaraan nya sudah terbangun, baru diberikan identitas barang miliknya berupa tulisan nama anak tersebut. Selain memudahkan anak, pemberian identitas pada semua barang milik anak membangun rasa tanggung jawab, kemandirian dan selfesteem anak.
  • Semua hasil karya anak akan di gantung di sekitar lingkungan kelas untuk memberikan rasa senang, bangga dan percaya diri anak terhadap produk kerja anak. Sehingga display ruang kelas didominasi oleh pajangan karya anak yang secara berkali akan diganti.
  • Semua sumber reserch diletakkan disekitar anak, sehingga anak dengan mudah mengakses jika sedang membutuhkannya. Pada saat kami berkunjung dan memperkenalkan diri bahwa kami adalah rombongan dari Indonesia, maka dengan segera guru menanyakan pada siswa “ adakah yang tahu dimana letak Indonesia..?” , makan dengan sigap anak-anak bergerak mengambil gambar Peta dan globe mencari letak Indonesia, dan sebahagia lagi mengambil buku katalog negara yang ada didunia dan mencari negara Indonesia. Dan dari situ mereka menceritakan negara Indonesia. Sebahagia lagi mencoba menuliskan di papan White board beberapa ucapan greating kepada kami dalam bahasa Indonesia. Sungguh amazing..

Keseruan mengunjung Taman kanak-kanak belum selesai dihalam ini, silahkan melihat part 2 dari cerita ini.

Lanjut .. 1 of 2

 

Churros si pencuri hati ..

Entah apa yang membuat saya sampai saat ini sangat kepincut dengan cemilan satu ini. Awalnya hanya tertarik mencicipnya karena bentuknya yang panjang namun punya volume yang menurut saya tidak merepotkan saat di masukkan kemulut..

Hmmmm … delisius benar kaya rasa, bertolak belakang dengan bentuknya yang sangat sederhana. Tadi awalanya hanya untuk iseng, eh ternyata jadi ketagihan.

Rasanya yang tidak manis dan bertekstur empuk didalam namun ada kerenyahan di sisi luarnya. memang cocok dinikmati bersama secangkir teh panas atau kopi dan Jika ada pilihan, saya lebih suka churros orisinal dibandingkan churros yang diberikan dipping Souce atau filling dengan berbagai varian rasa.

Suatu ketika dalam sebuah diklat yang mengharuskan saya menginap disebuah hotel bintang empat selama beberapa hari di kota Bandung. Biasanya hanya dihari pertama saja saya penasaran mencicipi menu sarapan pagi ala Buffet, namun karena salah satu menu tetap nya adalah churros, saya menjadi bersemangat untuk sarapan. Dan asyiknya lagi, bukan hanya saya yang merasakan hal ini, tetapi seorang tamu hotel lainnya juga mengalami hal yang sama.

Ternyata Churros makanan asal Spanyol ini mampu menjadi pencuri hati kami. Dan bertambah satu pertemanan saya dengan seorang penggemar churros.

#Miss u Mba Ade

Rihlah 2018, Fitrah Hanniah Tumbuh Berkembang dalam Nuansa Kekeluargaan

Keluarga Besar Yayasan Fitrah Hanniah mengikuti kegiatan Rihlah yang dilaksanakan di Grand Lembang Hotel Bandung pada tanggal 23-24 Maret 2018. Kegiatan yang diikuti oleh 387 orang yang terdiri dari pengurus Yayasan, staff dan keluarga ini rutin dilakukan setiap dua tahun oleh Yayasan Fitrah Hanniah bertujuan untuk mempererat silaturahim antar individu, meningkatkan rasa syukur menjadi bagian dari keluarga besar Fitrah Hanniah dan sebagai kegiatan untuk rehat sejenak dari rutinitas.

Screen Shot 2018-03-26 at 06.05.26
Berpose dengan Seluruh peserta Rihla Yayasan Fitrah Hanniah 2018

Ibu Chaerunnisa, Direktur Pendidikan Fitrah Hanniah mengungkapkan rasa syukur atas antusias para guru dan staff Fitrah Hanniah untuk melibatkan keluarga dalam kegiatan ini. “Keberhasilan Fitrah Hanniah tentunya tidak lepas dari dukungan para keluarga dirumah, hari ini kami ingin membagi rasa bahagia kami atas keberhasilan Yayasan Fitrah Hanniah bersama keluarga”

Kegiatan Rihlah diawali dengan permainan games outdoor yang diikuti seluruh peserta. Hujan gerimis tidak sedikitpun menyurutkan semangat peserta.

“Games ini diharapkan dapat melepaskan penat namun tetap mengasah jiwa kompetisi untuk menjadi insan yang unggul” ungkap Ibu Yulia Astuti salah satu panitia pelaksana Rihla 2018.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.15.41 (1)
Ibu Chaerunnisa memberi pengarahan kepada panitia Rihlah 2018 sebelum memulai games outdoor

Malam hari, diisi dengan makan malam bersama keluarga. Dalam nuansa “Arabian Night” peserta dihibur dengan penampilan dari Nuansa Nasyid. Yayasan Fitrah Hanniah dimulai pada tahun 2015 dengan mendirikan sekolah dasar yang kini telah lengkap mulai dari PAUD hingga SMK.

“Kami memulai Yayasan ini dengan tujuh orang staff yang kini telah meningkat menjadi lebih dari 150 orang” ujar Bapak Noval, ketua Yayasan Fitrah Hanniah pada sambutan Rihla 2018 mengapresiasi tujuh staff yang dengan penuh semangat menjadi bagian mimpi besar Yayasan Fitrah Hanniah.

Pada sambutannya Bapak Noval juga mengenalkan Bapak H. Wista Wijaya yang akrab disapa Bapak H. Rizal selaku pengurus Yayasan Fitrah Hanniah yang baru bergabung. Dengan diperkenalkan keluarga baru, Fitrah Hanniah diharapkan akan semakin besar dan memberi manfaat yang lebih banyak. Apalagi kini Fitrah Hanniah telah di tunjang dengan Bussiness Centre yang dibangun dengan tujuan untuk mendukung kegiatan Yayasan Fitrah Hanniah.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.13.36
Pengurus Yayasan Fitrah Hanniah (ki-ka) : Ibu Nia Karnia, Ibu Chaerunnisa, Ibu Yoyoh Maghfiroh, Bapak Rizal, Bapak Noval, dan Bapak Sarbini

“Doakan kami, insya Allah RIS Travel yang merupakan salah satu bussiness centre Fitrah Hanniah akan memberangkatkan umroh 13 orang pada 27 Maret 2018. Ibadah umroh ini juga akan diikuti oleh dua Direktur BUMN dari Djakarta llooyd dan Semen Logistik” ujar Bapak Noval

“Keluarga Fitrah Hanniah harus terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa dan negara. ” tutup Bapak Noval memberikan semangat kepada seluruh peserta Rihla 2018

*tim Redaksi Dunianisa.com

Sakura, Hanami dan Keluarga Baruku..

Kunjungan saya ke negeri sakura ini bukanlah yang pertama. Namun bisa melihat awal sakura berkembang adalah pengalaman saya yang tak terlupakan. Semua kelihatan sangat sempurna, udara dingin berhembus cukup kuat, Sesekali sesekali terdengar suara burung gagak hitam yang memecahkan kesunyian, hanya sedikit orang yang berlalu lalang, membuat saya semakin menikmati kesunyian dan keindahan bunga sakura ini.

Saat ini masih awal Maret, ini merupakan penghujung musim dingin. Mekarnya bunga Sakura menjadi momentum masuknya awal musim semi. Konon kabarnya Bunga sakura hanya mekar selama 7 – 10 hari saja. Dan waktu mekarnya pun disetiap wilayah jepang berbeda-beda. Bunga sakura bermekaran umumnya diawali di wilaya bagian selatan Jepang yang yaitu Okinawa, daerah yang bersuhu lebih hangat. Kemudian secara beratahap bunga sakura akan bermekaran sampai ke wilayah utara Jepang yaitu Hokkaido, daerah yang bersuhu udara lebih dingin karena letaknya lebih dekat dengan kutub utara.

Ada sebuah kebiasaan orang jepang yang menjadi budaya turun temurun ketika mendapatkan bunga Sakura mekar. mereka merayakan hadirnya musim semi yang lebih hangat dan membuat semua masyarakat jepang merasa nyaman untuk keluar rumah dan berkumpul dibawah bunga sakura yang bermekaran

Perayaan tersebut oleh diberi nama Hanami, yang berarti melihat bunga atau Ohanami. Kegiatan Hanami ini sangat mirip dengan kebiasaan kita ber piknik bersama keluarga, dengan menggelar tikar dan duduk-duduk bersantai sambil membawa bekal yang telah disiapkan dari rumah dan melakukan santap makan bersama dibawah pohon bunga sakura.

Kegiatan Hanami ini dilakukan oleh hampir semua keluarga, sehingga tak heran pada saat Sakura mekar, maka akan banyak masyarakat Jepang yang hadir di sekitar taman bunga sakura yang berpiknik merayakan mekarnya bunga sakura.

Alhamdulilah .. kami berkesempatan melakukan Hanami, ditaman Takatsuki Osaka bersama grup travel Writing yang saya ikuti. Dan menikmati masakan menu jepang yang masih hangat. Semuanya terasa begitu dekat dengan semua anggota grup kami.

Diantara indahnya bunga sakura, lezatnya menu masakan Jepang, dilengkapi dengan Sekumpulan burung Dara yang jinak menghampiri kami. Rasa ukhuwah Diantara kami pun semakin terpupuk. Kami merasa sangat dekat, saya merasakan menemukan keluarga baru. Sungguh hal ini brlum pernah saya alami salam traveling . Nikmat ukhuwah yang Allah SWT berikan sebagai ikatan rasa cinta kita kepada semua Makhluk ciptaanNYa.

Miss u all My Sakuri …. 😍😍😘

Awal perjalanan panjang …

28 Februari 2018

Bismillah … Perjalanan panjang dimulai dengan sebuah langkah pasti dan perjalanan untuk bisa menulis saya mulai disini, menulis dan punya karya buku menjadi impian saya sejak dulu. Bersama Mba Deka penulis yang kukenal dari akun facebook, dan berharap ikut program grup writer literasi bisa menjadi momentum saya mengenal dunia tulis menulis.

waktu pada deskboard Taxi menunjukkan pukul 04.05. Saat supir Taxi menyapa saya untuk mengingatkan kalau kami sudah tiba di terminal keberangkatan 2D.

“kita sudah sampai bu“ supir mengingatkan saya

“ iya pak” jawab saya sambil merogoh kantong depan tas selempang kecil saya untuk mencari lembaran kertas uang yang telah ku siapkan, Untuk saya berikan pada supir Taxi.

“ Terimakasih ya pak “ ucap saya singkat

“Sama-sama bu, diperiksa kembali jangan sampai ada barang yang tertinggal” sahut supir Taxi ramah, kalimat ini sangat tidak asing saya dengar karena sepertinya menjadi SOP service Exellent bagi semua supir Taxi pada penumpang yang akan turun.

Dengan sedikit sempoyongan karena ngantuk saya berjalan sambil meyeret koper berukuran 20 kg berisi beberapa pakaian yang akan saya gunakan di Jepang nanti, sambil mata saya terus mencari dimana teman-teman grup saya yang sudah lebih dulu tiba AirPort.

Mengikuti program ini bukan hal mudah buat saya, setumpuk pekerjaan harus saya tinggalkan dan delegasikan supaya semua bisa berjalan dengan baik. Belum lagi harus meninggalkan rumah dengan waktu yang cukup lama. Waktu kunjungan kami memang hanya 6D5N namun karena bulan ini adalah bulan yang cukup padat buat saya, yang berarti saya hanya punya waktu sedikit berada Dirumah.

Diantara 18 anggota grup Yang akan berangkat hanya mbak Deka yang ku kenal wajahnya, itupun kami belum pernah bertemu hanya melihat foto beliau pada akun disosial media. Alhamdulillah Ngak perlu terlalu lama saya bisa menemukan mereka, meskipun agak kikuk saya harus memperkenalkan diri dan bergabung dengan anggota grup lainnya.

Rasanya memang berbeda ketika berada dalam komunitas ini, kami sangat mudah akrab walaupun Diantara kami kondisinya sama dengan saya, belum pernah ada yang bertemu langsung. Mungkin karena terbiasa sebagai Tour leader yang membawa group besar, group kecil ini rasanya sedemikian simpelnya menurut saya, mudah banget ngurusnya, jadi tanpa perlu ada yang memberi komando kami sudah bisa langsung chek in dan langsung menuju imigrasi,

Anggota grup ini memang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda ada pelajar, dosen, tenaga ahli DPR RI, arsitek dan juga pebisinis, juga usia para anggota juga cukup beragam mulai anak usia 7 tahun hingga 50an tahun. Namun saya melihat sebuah kesamaan yang kuat, kami suka menulis dunia menulis dan suka traveling.

Saya suka menulis dan ingin belajar menulis untuk bisa menuangkan gagasan atau ide pada sebuah buku. Dan hobby saya juga traveling, kebetulan negara yang kami kunjungi adalah Jepang, negara paforite saya.

Hmmm … sekali lagi saya menarik nafas panjang mengumpulkan semua Semangat yang ada untuk meluruskan niat dan satukan tujuan semoga Allah Ridho dengan ikhtiar ini .

Mengembangkan Program Pendidikan Remaja Zaman Now

Tujuan pendidikan diseluruh dunia apapun konteksnya, merujuk kesatu hal yakni menghasilkan peserta didik yang understanding, yaitu anak dapat mengerti semua hal dan dengan pengetahuannya tersebut anak dapat mengambil keputusan terbaik yang membuat ia bahagia dan mulia didunia namun tetap selamat diakhirat.

Untuk mencapai hal tersebut yang paling utama menjadi perhatian kita adalah proses tahapan perkembangan anak. Semua sistem pembelajaran yang disiapkan hendaknya benar-benar telah menjadikan tahapan perkembangan anak sebagai landasannya.

“ Tahapan perkembangan anak adalah proses tumbuh kembang yang dapat diprediksi akan terjadi sebagai hasil dari sebuah riset ilmiah, ini merupakan jendela informasi kepada para pendididk dan orang tua yang sangat berguna dalam melaksanakan kewajiban mendidik dan membina anak.”

Masa remaja atau Fase Amrod adalah fase perkembangan diusia remaja 13 -15 tahun dikenal sebagai fase yang sangat kritis, dimana pada fase ini anak mengalami :

  • Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi, namun masih membutuhkan bimbingan dan bantuan orang dewasa
  • Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan
  • Reaksi dan ekspresi emosi masih labil
  • Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang sesuai dengan dunia social

Continue reading “Mengembangkan Program Pendidikan Remaja Zaman Now”