Rue Sukarno … Marhaban

Ada suka cita ketika tau kalau di kota Rabat terdapat nama jalan Proklamator Bangsa Indonesia yaitu Soekarno. Bukan hal yang mudah bisa menjadikan sebuah nama pada sebuah jalan di Maroko. Apalagi jalan tersebut berada di pusat kota, Rue Sukarno terletak tepat beririsan dengan Rue Muhamad V (raja Yang pernah Meminpin Kota Maroko, yang salah satu keturunanannya adalah Muhamad VI, raja yang saat ini memimpin.

Penasaran dengan nama jalan ini, saya menyempatkan diri untuk mencari lebih dulu avanue Sukarno baru kemudian keliling mengunjungi destinasi di Kota Rabat, Kebetulan sekali kalau tempat saya belajar dekat dengan jalan ini. Hampir setiap sore saya melewati jalan ini.

Beberapa orang Maroko mengenal face orang Indonesia, maka mereka menyapa saya ” Indonesia ” sambil tersenyum hangat menunjuk saya . Saya pun membalas dengan Anggukan kepala ” Naam Ana Indonesia” , mereka akan mengatakan “Marhaban, Barakallahu Wa daulah Islamiah”. Saya hanya mengucapkan “amin, Waiyyakum”.

Respect orang Maroko terlihat sekali kepada kita orang Indonesia. Sambutan hangatnya bahkan doa-doa yang terucapkan untuk kita bangsa Indonesia. Saya kadang merasa sudah mengenal lama bangsa Maroko ini. Saya merasa sangat diterima disini. Sangat jauh berbeda ketika saya melakukan Safar ke Eropa,.

Cafe tempat saya menikmati “syaih wa khalib” atau teh susu sore hari yang menjadi langganan saya, akan menyambut kedatangan saya dengan ” Ahlan Indonesia,,marhaban” serta merta melayani saya dengan cepat. Pemilik cafe kadang mengenalkan saya kepada pelanggan lainnya kalau saya adalah pelajar dari Indonesia.

Tersenyum kecil haru Sambil menikmati teh susu dan khubs saya. Melihat sambutan orang Maroko .. Marhaban ..😍☺️

Ahlan fi Maroko …

Jarak tempuh penerbangan yang cukup panjang dan proses transit di beberapa airpoth yaitu Kuala lumpur dan Airpoth Jedda hingga tiba di airpoth Casablangka di Maroko, memang sangat menguras energi fisik.

Namun keinginan untuk belajar dan dapat segera menelusuri jejak sejarah wilayah wilayah yang pernah menjadi daulah besar Islam, membuat saya sangat evoria dan menepis semua kelelahan perjalanan.

Alhamdulillah rasa Syukur tak terhingga diizinkan oleh Allah SWT untuk dapat melihat belahan bumi Allah yang luas termasuk sisa abad kejayaan Islam yang pernah ada untuk menjadi bahan renungan diri dan telaah sejarah yang menjadi guru kehidupan.

Maroko menjadi salah satu saksi bagaiman perjuangan Musa bin Nushair dan panglimanya Thoriq bin ziad saat menaklukkan semenanjung iberia. Kota Tangier menjadi pintu masuk ke Eropa melalui Andalusia dengan menyebrangi Selat Gabraltar ke Tarifa.

Saya yakin pengalaman menuntut ilmu di negara Maroko ini akan sangat kaya dengan menelusuri sejarah daulah Islamiyah yang pernah ada, amin

Hembusan udara dingin langsung menyapa kami saat pertama kali keluar dari terminal 2 bandara Muhammad 2 Casablangka. Dan keramahan masyarakatnya ketika menyapa kami dengan sangat ramah .. ” Indonesia ? .. Masyaallah , Ahlan fi Maroko ” membuat Satya semakin bersemangat untuk segera menikmati Bumi Maroko.

Churros si pencuri hati ..

Entah apa yang membuat saya sampai saat ini sangat kepincut dengan cemilan satu ini. Awalnya hanya tertarik mencicipnya karena bentuknya yang panjang namun punya volume yang menurut saya tidak merepotkan saat di masukkan kemulut..

Hmmmm … delisius benar kaya rasa, bertolak belakang dengan bentuknya yang sangat sederhana. Tadi awalanya hanya untuk iseng, eh ternyata jadi ketagihan.

Rasanya yang tidak manis dan bertekstur empuk didalam namun ada kerenyahan di sisi luarnya. memang cocok dinikmati bersama secangkir teh panas atau kopi dan Jika ada pilihan, saya lebih suka churros orisinal dibandingkan churros yang diberikan dipping Souce atau filling dengan berbagai varian rasa.

Suatu ketika dalam sebuah diklat yang mengharuskan saya menginap disebuah hotel bintang empat selama beberapa hari di kota Bandung. Biasanya hanya dihari pertama saja saya penasaran mencicipi menu sarapan pagi ala Buffet, namun karena salah satu menu tetap nya adalah churros, saya menjadi bersemangat untuk sarapan. Dan asyiknya lagi, bukan hanya saya yang merasakan hal ini, tetapi seorang tamu hotel lainnya juga mengalami hal yang sama.

Ternyata Churros makanan asal Spanyol ini mampu menjadi pencuri hati kami. Dan bertambah satu pertemanan saya dengan seorang penggemar churros.

#Miss u Mba Ade

Rihlah 2018, Fitrah Hanniah Tumbuh Berkembang dalam Nuansa Kekeluargaan

Keluarga Besar Yayasan Fitrah Hanniah mengikuti kegiatan Rihlah yang dilaksanakan di Grand Lembang Hotel Bandung pada tanggal 23-24 Maret 2018. Kegiatan yang diikuti oleh 387 orang yang terdiri dari pengurus Yayasan, staff dan keluarga ini rutin dilakukan setiap dua tahun oleh Yayasan Fitrah Hanniah bertujuan untuk mempererat silaturahim antar individu, meningkatkan rasa syukur menjadi bagian dari keluarga besar Fitrah Hanniah dan sebagai kegiatan untuk rehat sejenak dari rutinitas.

Screen Shot 2018-03-26 at 06.05.26
Berpose dengan Seluruh peserta Rihla Yayasan Fitrah Hanniah 2018

Ibu Chaerunnisa, Direktur Pendidikan Fitrah Hanniah mengungkapkan rasa syukur atas antusias para guru dan staff Fitrah Hanniah untuk melibatkan keluarga dalam kegiatan ini. “Keberhasilan Fitrah Hanniah tentunya tidak lepas dari dukungan para keluarga dirumah, hari ini kami ingin membagi rasa bahagia kami atas keberhasilan Yayasan Fitrah Hanniah bersama keluarga”

Kegiatan Rihlah diawali dengan permainan games outdoor yang diikuti seluruh peserta. Hujan gerimis tidak sedikitpun menyurutkan semangat peserta.

“Games ini diharapkan dapat melepaskan penat namun tetap mengasah jiwa kompetisi untuk menjadi insan yang unggul” ungkap Ibu Yulia Astuti salah satu panitia pelaksana Rihla 2018.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.15.41 (1)
Ibu Chaerunnisa memberi pengarahan kepada panitia Rihlah 2018 sebelum memulai games outdoor

Malam hari, diisi dengan makan malam bersama keluarga. Dalam nuansa “Arabian Night” peserta dihibur dengan penampilan dari Nuansa Nasyid. Yayasan Fitrah Hanniah dimulai pada tahun 2015 dengan mendirikan sekolah dasar yang kini telah lengkap mulai dari PAUD hingga SMK.

“Kami memulai Yayasan ini dengan tujuh orang staff yang kini telah meningkat menjadi lebih dari 150 orang” ujar Bapak Noval, ketua Yayasan Fitrah Hanniah pada sambutan Rihla 2018 mengapresiasi tujuh staff yang dengan penuh semangat menjadi bagian mimpi besar Yayasan Fitrah Hanniah.

Pada sambutannya Bapak Noval juga mengenalkan Bapak H. Wista Wijaya yang akrab disapa Bapak H. Rizal selaku pengurus Yayasan Fitrah Hanniah yang baru bergabung. Dengan diperkenalkan keluarga baru, Fitrah Hanniah diharapkan akan semakin besar dan memberi manfaat yang lebih banyak. Apalagi kini Fitrah Hanniah telah di tunjang dengan Bussiness Centre yang dibangun dengan tujuan untuk mendukung kegiatan Yayasan Fitrah Hanniah.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.13.36
Pengurus Yayasan Fitrah Hanniah (ki-ka) : Ibu Nia Karnia, Ibu Chaerunnisa, Ibu Yoyoh Maghfiroh, Bapak Rizal, Bapak Noval, dan Bapak Sarbini

“Doakan kami, insya Allah RIS Travel yang merupakan salah satu bussiness centre Fitrah Hanniah akan memberangkatkan umroh 13 orang pada 27 Maret 2018. Ibadah umroh ini juga akan diikuti oleh dua Direktur BUMN dari Djakarta llooyd dan Semen Logistik” ujar Bapak Noval

“Keluarga Fitrah Hanniah harus terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa dan negara. ” tutup Bapak Noval memberikan semangat kepada seluruh peserta Rihla 2018

*tim Redaksi Dunianisa.com

Sakura, Hanami dan Keluarga Baruku..

. TKunjungan saya ke negeri sakura ini bukanlah yang pertama. Namun bisa melihat awal sakura berkembang adalah pengalaman saya yang tak terlupakan. Semua kelihatan sangat sempurna, udara dingin berhembus cukup kuat, Sesekali sesekali terdengar suara burung gagak hitam yang memecahkan kesunyian, hanya sedikit orang yang berlalu lalang, membuat saya semakin menikmati kesunyian dan keindahan bunga sakura ini.

Saat ini masih awal Maret, ini merupakan penghujung musim dingin. Mekarnya bunga Sakura menjadi momentum masuknya awal musim semi. Konon kabarnya Bunga sakura hanya mekar selama 7 – 10 hari saja. Dan waktu mekarnya pun disetiap wilayah jepang berbeda-beda. Bunga sakura bermekaran umumnya diawali di wilaya bagian selatan Jepang yang yaitu Okinawa, daerah yang bersuhu lebih hangat. Kemudian secara beratahap bunga sakura akan bermekaran sampai ke wilayah utara Jepang yaitu Hokkaido, daerah yang bersuhu udara lebih dingin karena letaknya lebih dekat dengan kutub utara.

Ada sebuah kebiasaan orang jepang yang menjadi budaya turun temurun ketika mendapatkan bunga Sakura mekar. mereka merayakan hadirnya musim semi yang lebih hangat dan membuat semua masyarakat jepang merasa nyaman untuk keluar rumah dan berkumpul dibawah bunga sakura yang bermekaran

Perayaan tersebut oleh diberi nama Hanami, yang berarti melihat bunga atau Ohanami. Kegiatan Hanami ini sangat mirip dengan kebiasaan kita ber piknik bersama keluarga, dengan menggelar tikar dan duduk-duduk bersantai sambil membawa bekal yang telah disiapkan dari rumah dan melakukan santap makan bersama dibawah pohon bunga sakura.

Kegiatan Hanami ini dilakukan oleh hampir semua keluarga, sehingga tak heran pada saat Sakura mekar, maka akan banyak masyarakat Jepang yang hadir di sekitar taman bunga sakura yang berpiknik merayakan mekarnya bunga sakura.

Alhamdulilah .. kami berkesempatan melakukan Hanami, ditaman Takatsuki Osaka bersama grup travel Writing yang saya ikuti. Dan menikmati masakan menu jepang yang masih hangat. Semuanya terasa begitu dekat dengan semua anggota grup kami.

Diantara indahnya bunga sakura, lezatnya menu masakan Jepang, dilengkapi dengan Sekumpulan burung Dara yang jinak menghampiri kami. Rasa ukhuwah Diantara kami pun semakin terpupuk. Kami merasa sangat dekat, saya merasakan menemukan keluarga baru. Sungguh hal ini brlum pernah saya alami salam traveling . Nikmat ukhuwah yang Allah SWT berikan sebagai ikatan rasa cinta kita kepada semua Makhluk ciptaanNYa.

Miss u all My Sakuri …. 😍😍😘