Rihlah 2018, Fitrah Hanniah Tumbuh Berkembang dalam Nuansa Kekeluargaan

Keluarga Besar Yayasan Fitrah Hanniah mengikuti kegiatan Rihlah yang dilaksanakan di Grand Lembang Hotel Bandung pada tanggal 23-24 Maret 2018. Kegiatan yang diikuti oleh 387 orang yang terdiri dari pengurus Yayasan, staff dan keluarga ini rutin dilakukan setiap dua tahun oleh Yayasan Fitrah Hanniah bertujuan untuk mempererat silaturahim antar individu, meningkatkan rasa syukur menjadi bagian dari keluarga besar Fitrah Hanniah dan sebagai kegiatan untuk rehat sejenak dari rutinitas.

Screen Shot 2018-03-26 at 06.05.26
Berpose dengan Seluruh peserta Rihla Yayasan Fitrah Hanniah 2018

Ibu Chaerunnisa, Direktur Pendidikan Fitrah Hanniah mengungkapkan rasa syukur atas antusias para guru dan staff Fitrah Hanniah untuk melibatkan keluarga dalam kegiatan ini. “Keberhasilan Fitrah Hanniah tentunya tidak lepas dari dukungan para keluarga dirumah, hari ini kami ingin membagi rasa bahagia kami atas keberhasilan Yayasan Fitrah Hanniah bersama keluarga”

Kegiatan Rihlah diawali dengan permainan games outdoor yang diikuti seluruh peserta. Hujan gerimis tidak sedikitpun menyurutkan semangat peserta.

“Games ini diharapkan dapat melepaskan penat namun tetap mengasah jiwa kompetisi untuk menjadi insan yang unggul” ungkap Ibu Yulia Astuti salah satu panitia pelaksana Rihla 2018.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.15.41 (1)
Ibu Chaerunnisa memberi pengarahan kepada panitia Rihlah 2018 sebelum memulai games outdoor

Malam hari, diisi dengan makan malam bersama keluarga. Dalam nuansa “Arabian Night” peserta dihibur dengan penampilan dari Nuansa Nasyid. Yayasan Fitrah Hanniah dimulai pada tahun 2015 dengan mendirikan sekolah dasar yang kini telah lengkap mulai dari PAUD hingga SMK.

“Kami memulai Yayasan ini dengan tujuh orang staff yang kini telah meningkat menjadi lebih dari 150 orang” ujar Bapak Noval, ketua Yayasan Fitrah Hanniah pada sambutan Rihla 2018 mengapresiasi tujuh staff yang dengan penuh semangat menjadi bagian mimpi besar Yayasan Fitrah Hanniah.

Pada sambutannya Bapak Noval juga mengenalkan Bapak H. Wista Wijaya yang akrab disapa Bapak H. Rizal selaku pengurus Yayasan Fitrah Hanniah yang baru bergabung. Dengan diperkenalkan keluarga baru, Fitrah Hanniah diharapkan akan semakin besar dan memberi manfaat yang lebih banyak. Apalagi kini Fitrah Hanniah telah di tunjang dengan Bussiness Centre yang dibangun dengan tujuan untuk mendukung kegiatan Yayasan Fitrah Hanniah.

WhatsApp Image 2018-03-25 at 20.13.36
Pengurus Yayasan Fitrah Hanniah (ki-ka) : Ibu Nia Karnia, Ibu Chaerunnisa, Ibu Yoyoh Maghfiroh, Bapak Rizal, Bapak Noval, dan Bapak Sarbini

“Doakan kami, insya Allah RIS Travel yang merupakan salah satu bussiness centre Fitrah Hanniah akan memberangkatkan umroh 13 orang pada 27 Maret 2018. Ibadah umroh ini juga akan diikuti oleh dua Direktur BUMN dari Djakarta llooyd dan Semen Logistik” ujar Bapak Noval

“Keluarga Fitrah Hanniah harus terus berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi agama, bangsa dan negara. ” tutup Bapak Noval memberikan semangat kepada seluruh peserta Rihla 2018

*tim Redaksi Dunianisa.com

Mengembangkan Program Pendidikan Remaja Zaman Now

Tujuan pendidikan diseluruh dunia apapun konteksnya, merujuk kesatu hal yakni menghasilkan peserta didik yang understanding, yaitu anak dapat mengerti semua hal dan dengan pengetahuannya tersebut anak dapat mengambil keputusan terbaik yang membuat ia bahagia dan mulia didunia namun tetap selamat diakhirat.

Untuk mencapai hal tersebut yang paling utama menjadi perhatian kita adalah proses tahapan perkembangan anak. Semua sistem pembelajaran yang disiapkan hendaknya benar-benar telah menjadikan tahapan perkembangan anak sebagai landasannya.

“ Tahapan perkembangan anak adalah proses tumbuh kembang yang dapat diprediksi akan terjadi sebagai hasil dari sebuah riset ilmiah, ini merupakan jendela informasi kepada para pendididk dan orang tua yang sangat berguna dalam melaksanakan kewajiban mendidik dan membina anak.”

Masa remaja atau Fase Amrod adalah fase perkembangan diusia remaja 13 -15 tahun dikenal sebagai fase yang sangat kritis, dimana pada fase ini anak mengalami :

  • Kecenderungan ambivalensi, antara keinginan menyendiri dan keinginan bergaul, serta keinginan untuk bebas dari dominasi, namun masih membutuhkan bimbingan dan bantuan orang dewasa
  • Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan
  • Reaksi dan ekspresi emosi masih labil
  • Mulai mengembangkan standar dan harapan terhadap perilaku diri sendiri yang sesuai dengan dunia social

Continue reading “Mengembangkan Program Pendidikan Remaja Zaman Now”